Mortar, alu, dan bumbu dasar
Alatnya sederhana sekali. Sebuah mangkuk tebal, satu batang penumbuk, dan tenaga tanganmu. Yang membedakan hasil tumbukan dari hasil blender bukan cuma teksturnya, tapi minyak yang keluar pelan-pelan dari bawang dan kemiri karena ditekan, bukan dicincang berputar.
Pegang alu dekat pangkalnya, tekan sambil memutar seperempat lingkaran. Bahan keras masuk lebih dulu, yang lunak menyusul belakangan.
Bumbu dasar putih
Paling jinak dari semuanya. Cocok untuk sup bening, opor pucat, atau tumis sayur yang tidak ingin berwarna. Tumbuk kemiri lebih dulu supaya lemaknya jadi perekat bahan lain.
- Bawang merah10 siung
- Bawang putih5 siung
- Kemiri sangrai4 butir
- Ketumbar1 sdt
Bumbu dasar merah
Warnanya datang dari cabai besar, pedasnya dari rawit. Pisahkan keduanya kalau kamu memasak untuk banyak orang dengan selera berbeda. Buang bijinya bila ingin merah pekat tanpa gigitan.
- Cabai merah besar12 buah
- Bawang merah8 siung
- Bawang putih4 siung
- Tomat matang1 buah
Bumbu dasar kuning
Kunyit membuat tanganmu kuning seharian, jadi kupas di atas talenan yang memang sudah bernoda. Panggang sebentar di wajan kering sebelum ditumbuk supaya rasa tanahnya hilang.
- Kunyit segar4 cm
- Bawang merah8 siung
- Kemiri3 butir
- Lada butirsetengah sdt
Bumbu dasar oranye
Persilangan merah dan kuning, dipakai untuk gulai dan kari yang butuh dua rasa sekaligus. Rimpang seperti jahe dan lengkuas ditumbuk paling akhir karena seratnya panjang dan gampang menempel di alu.
- Cabai merah8 buah
- Kunyit segar3 cm
- Jahe2 cm
- Lengkuas3 cm
Bumbu yang sudah menyatu terlihat dari permukaannya: mengilap tipis, tidak ada potongan bawang yang masih berbentuk bulan sabit, dan kalau disendok ia jatuh sebagai satu gumpalan.
Tanya jawab singkat
Mortar batu atau porselen, mana yang lebih enak dipakai?
Keduanya bekerja. Batu punya permukaan kasar sehingga bumbu cepat hancur, tapi pori-porinya menyimpan aroma bahan sebelumnya. Porselen lebih licin, jadi butuh tenaga sedikit lebih banyak, namun gampang dibersihkan dan tidak membawa bekas rasa. Untuk bumbu berwarna terang seperti dasar putih, porselen lebih aman.
Boleh tidak kalau diganti blender?
Boleh, dan tidak ada yang salah. Bedanya ada di tekstur: pisau blender mencacah sehingga sel bahan terpotong rapi, sedangkan alu menekan sampai dinding selnya pecah dan minyaknya keluar. Kalau memakai blender, tambahkan sedikit minyak alih-alih air supaya bumbu tidak encer dan tetap wangi ketika ditumis.
Berapa lama bumbu dasar bertahan?
Bumbu mentah di kulkas biasanya kuat tiga sampai empat hari. Kalau ditumis dulu sampai matang dan minyaknya terpisah, umurnya naik jadi sekitar dua minggu di kulkas atau tiga bulan di pembeku. Pakai sendok kering setiap kali mengambil, lalu tutup rapat kembali.
Urutan menumbuk kalau bahannya banyak bagaimana?
Mulai dari yang paling keras dan paling kering: ketumbar, lada, kemiri sangrai. Lanjut ke rimpang seperti kunyit, jahe, dan lengkuas. Bawang menyusul karena berair, kemudian cabai, dan terakhir garam sebagai bahan pengasar yang membantu semuanya luruh. Menumpuk semua sekaligus hanya membuat bagian keras memantul di dasar mangkuk.